Haeruddin Syams Masagenae

Haeruddin Syams Masagenae
Home » » Mahasiswa dan Kehidupan Sosial ; Spekulasi Heroisme Mahasiswa

Mahasiswa dan Kehidupan Sosial ; Spekulasi Heroisme Mahasiswa

Akademis dan organisasi merupakan terminologi yang selalu diidentikkan dengan mahasiswa yang dalam perkembangannya mengkonstruk logika kompetisi yang tak berujung. Dimana indikator kemapanan mahasiswa akademisi dengan indeks prestasinya yang tinggi sedangkan mahasiswa organisatoris dengan improvisasi yang hebat. Kalau bercermin dari sejarah, seperti yang terjadi pada saat penggulingan rezim orde baru dimana peran gerakan mahasiswa sangat besar walaupun disatu sisi ada isu yang mengklaim bahwa gerakan tersebut adalah kendaraan politisi partai sebagai batu loncatan karirnya dalam instansi pemerintahan, moment ini tidak pernah disebutkan dalam sejarah bahwa perjuangan tersebut hanya dilakukan oleh mahasiswa akademisi saja ataupun mahasiswa organisatoris, akan tetapi mereka berbaur membuat simpul perjuang mahasiswa. 
 
Kontribusi mahasiswa dalam sejarah perkembangan RI telah menganggkat stratafikasinya, digambarkanlah posisi mahasiswa berada ditengah-tengah antara rakyat dengan pemerintah sehingga timbul perspektif dalam masyarakat mahasiswa sebagai kaum terdidik yang mampu menjadi motorik untuk membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat.

Buah dari gerakan mahasiswa yang sifatnya temorer yang dicatat dalam sejarah, kini direproduksi menjadi cerita heroid, spekulasi heroisme mahasiswa dijadikan dongeng yang dicerikan pada mahasiswa baru dalam prosesi pengkaderan. Dimana spekulasi tersebut merupakan usaha pelarian dari ketidak mampuan mahasiswa sekarang melakukan perlawanan terhadap dominasi oligarki dalam lingkungan kampus.

Pengultusan inilah yang membuat mahasiswa besar kepala seolah-olah harapan untuk mencapai sila ke 5 dari pancasila “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” ada ditangan mereka, yang menjadi pertanyaan kemudian kenapa sampai sekarang keadilan tersebut belum bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia? malah kondisinya keadilan itu hanya milik orang kaya saja, begitu besar jurang pemisah antara si kaya dan si miskin secara finansial maupun dimata hukum.

Dikotomi mahasiswa, rakyat, dan pemerintah merupakan kecelakaan berpikir yang terbangun selama ini, yang mejadikan rakyat menggantungkan harapan mereka kepada mahasiswa atas kezaliman yang dilakukan oleh penguasa, apakah perubahan bisa terwujud jika hanya mahasiswa yang berjuang? Ohh tidak,  itu sangat mustahil karna tanpa ada integritas ketiga elemen tersebut secara komprehenshif maka harapan untuk tercapainya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia hanya akan menjadi mimpi belaka.

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat itu tersusun atas mahasiswa, rakyat, pemerintah dan tidak akan berubah keadaan mereka kalau perjuangannya tidak sinergis untuk merubah keadaan mereka sendiri menjadi lebih baik.

Coretan ini dalam rangka kegiatan Youth Camp



" mohon kritikan dan masukannya"
Haeruddin Syams Masagenae
 


0 komentar:

Poskan Komentar

Google+ Followers

Popular Posts

 
Support : http://sempugi.org/ | Your Link | Your Link
Copyright © 2014. CORETAN TU MASAGENAE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger